ngandap asem

Tuesday, December 28, 2004

Iiiiiiiiiiiiiihhhhhhhhh

Ih, saya lagi benci ama diri sendiri.
Kurang peka.
Kurang sensitif. (sama aja ya hehe)
Too proud.
Berlebihan.
Gampang marah.

Cobalah untuk berubah.

Sedih banget lihat kondisi di Aceh. Apa yang bisa saya bantu ?
Ternyata masalah saya bukan apa-apa.

Untuk teman-temanku yang (saat ini sedang) hilang kontak. Menurutku.
Apa kabar kalian ?
Semoga kebahagiaan dan keselamatan selalu beserta kalian. Amin Ya Robbal Alamin.

Thursday, December 23, 2004

Gembul dan Kangen Aerobik

Menyadari betapa gembulnya saya di musim penghujan ini, saya jadi kangen aerobik.

Hari ini, setelah pagi mengambil rapor ale di sekolah, saya, oma, dan tante gunawan langsung meluncur menuju Bombay textile (asli, ini mah saya jadi supir doang)
Sesampainya disana, setelah sebelumnya sempat bersungut-sungut karena macet dimana-mana dan tidak dapat tempat parkir, ale langsung bersemangat melihat ichi bento (entah, mungkin teringat dulu pernah makan disana bersama ayah dan simbahnya). Akhirnya saya makan berdua dengan ale (tepatnya, saya menghabiskan jatah ale yang tidak habis), ale hanya kebagian shrimp roll 1 dan 15 suap nasi, sedangkan saya jadi kebagian nasi sisanya, 1 shrimp roll dan 2 chicken katsu (?).

Nyaman sekali hanya berdua dengan ale disitu. Rasanya kayak orang pacaran (bener deh), bangga banget kalau melihat orang memperhatikan kita berdua. Ha ha ha. Mungkin karena ale sama sekali tidak rewel, bahkan cenderung bahagia banget, apalagi ditemani kucing kecil disitu.

Setelah selesai makan, saya dan ale menyusul oma dan tane gunawan di Bombay Textile. Rasanya sebal karena mereka tidak menghasilkan belanjaan apa-apa (rasanya tidak worthed mengingat kemacetan yang terjadi). Saya yang bersemangat ke Istana Sepatu pun ditolak oleh oma, katanya capek. Kita ke Ayam Goreng Suharti saja.

Ternyata parkir pun masih ditagih 2000 perak karena tiket tidak berlaku. Parkir mobilku dianggap sudah diluar areal parkir merdeka. Sudahlah .. amal .. amal :)

Sesampainya di AG Suharti, saya pun ngemil wingko babat. (wingko babatnya enak loh, buatan Kab Lamongan) sementara menunggu pesanan ayam goreng dan ati ampela. Oma mengajak ke Toko Textile Asia di Sukajadi. Agh, tidak lihatkah ale sudah mengantuk. Untung ada tante gunawan yang pengertian sekali, “kapan-kapan aja lagi bu. Kayaknya ibu juga udah capek ya”. “iya” kata oma. Ah syukurlah.

Rasanya tidak jelas tulisan ini hendak mengarah kemana. Yang jelas, saat ini sudah 3 potong pisang goreng yang uenak tenan saya makan, 1 cup kopi Nescafe French vanilla, dan saya merasa hari ini saya gembul sekali, sampai kangen aerobik, kangen lusi yang biasanya hobi aerobik juga, kangen semuanya, melly, ratna, arie, agus. Arie, how’s your birthday ? rasanya jadi tidak dengar kabar apa-apa karena 5 hari ini tidak bisa menginternet, my kompie baru pulang dari bengkel.

Buletin

Buletin TAM Nasywa bulan desember sudah terbit.
Rasanya ternyata menyenangkan juga melihat hasil karya dibaca walaupun cuma oleh 65 orang atau 65 pasang orang tua murid di sekolah ale :)
Walaupun mereka mungkin menertawakan isinya.
Rasanya belum ada yang mengritik langsung pada saya, kalapun dikritik apakah saya mampu menerima kritik yang pedas ? mudah-mudahan :)
Mudah-mudahan semakin baik. Walaupun masa-ku sebagai penyusun buletin tinggal 1 edisi lagi :)

Wednesday, December 15, 2004

Good Mood Bad Mood

Good Mood
Hari ini senang sekali.
Rasanya seperti hari pertama kembali bisnis.
Padahal dari kemarin-kemarin juga banyak yang datang.
Entah mungkin karena hasil jalan-jalan saya bersama ale, mamah, dan bapak ke wonderful di cigadung. Cantik-cantik sekali kebaya dan batiknya. Tapi oalah kok mahal banget yaks. Memang pulang dengan tangan hampa tapi yang jelas membuat saya semangat untuk membuat butik yang bagus. Butik dari hasil keringatku sendiri. Walau sedikit demi sedikit tapi kok rasanya puas banget ya.
Hari ini semua yang berhubungan dengan bisnisku membuat aku tambah semangat.

Dukung aku ya.

Bad Mood
God, menyesal sekali aku bolos ngajar.
Dosen macam apa aku.
Tapi God rasanya susah sekali memang.
Jika rasanya juga sudah tidak menyenangkan. Kenapa ya ?
Apa karena hatiku sudah di jakarta ? entah sejak ayah mulai bekerja di jakarta, semangatku untuk mengajar hilang entah kemana. Menguap begitu saja. Padahal aku ingat obrolanku dengan Melly tentang semangat mengajar kami yang sama. Ingin kutanyakan Melly, kemanakah kini semangatku ?

Bantu aku.

Tuesday, December 07, 2004

Happy Birthday Ayah

Walaupun tanggalnya terlambat semoga tidak terlambat untuk mengucapkan ini.
For My Love.
For My Savior.
A shoulder to cry on.
Tak sabar rasanya untuk kembali bersatu dalam satu atap.

Cinta dari Bunda dan Ale

Tips ulang tahun : jangan marah-marah terus ya ayah :) nanti cepet tua .. makin tua harus makin sabar, biar bunda jadi tambah sabar, dan ale ngga jadi anak yang galak :)

Unnormal

12.01 AM

Beberapa minggu belakangan ini rasanya aneh sekali.

Like a living in a different planet

Seperti saat ini, ale sedang tidur. Padahal biasanya dia sedang lincah-lincahnya bermain. Sudah 3 minggu ini Kami sekeluarga diserang virus yang entah dari mana datangnya. Dimulai dari saya, kemudian ale (saat itu sakit kami tidak terlalu parah), kemudian kakakku (yang batuknya membuat saya ingin menjauh saking kerasnya), kemudian mamah (yang hingga kini masih terbaring lemah di tempat tidurnya). Tak lama berselang, ale diserang lagi dengan demam tinggi.

Dilema yang cukup tinggi terjadi ketika setelah 4 hari batuk karena tidak tega saya bawa ale ke dokter. Dokter memberinya antibiotika, Amoxsan yang ketika saya tanyakan alasan pemberiannya beliau mengatakan jika 4 hari batuk tak kunjung sembuh sudah bukan akibat virus lagi tetapi bakteri yang memerlukan bantuan antibiotika untuk membunuhnya. Benarkah ? sungguh dilema untuk kami, kaum ibu, terbentur antara rasa kasihan dan takut jika penyakit anak bertambah parah jika tidak diobati, sementara obat itu sendiri merupakan ‘racun’ yang tidak kami ketahui apa efeknya.

Dilema terjadi lagi ketika Ale demam tinggi. Desakan dari orang tua untuk kembali membawanya ke dokter membuat saya kembali ke ruangan yang kini saya takuti itu. Untungnya, dokter yang memang saya sukai karena kesabarannya, mengerti posisi saya yang enggan memberikan antibiotika pada Ale. Beliau menyarankan apabila hingga besok sore panasnya tidak kunjung reda, barulah antibiotika (Claneksi) itu perlu ditebus.
Dan ketika hingga sore hari, demam Ale tak kunjung reda, Ayahlah yang jadi tumpahan kebingungan saya antara menebus obat atau tidak. Akhirnya diputuskanlah untuk memberikan Ale antibiotika tersebut (walau menangis dalam hati).

Dampaknya, semalaman saya batuk tak kunjung reda. Esoknya demam tinggi ganti menghampiri saya. Apa daya karena Ale sakit, saya tidak dapat beristirahat dengan baik, dengan cueknya saya minum antibiotika tanpa resep dokter, sirup obat batuk, dan panadol untuk menurunkan demam saya. Ironis.

Rasanya bulan November dan Desember memang bulan yang cukup berat untuk Kami. Cobaan demi cobaan datang. Padahal di bulan ini, 3 orang yang saya cintai merayakan ulang tahunnya, My “Unicorn” Ale, My Bro Dede Fox, dan My Love Ayah. Oya dan My beloved friend Arie di akhir desember nanti.
Kuncinya cuma satu untuk selalu sabar, Alloh SWT.

Uaaaaa, rasanya kembali berdagang dengan giat seperti saat sebelum lebaran akan sangat sangat sangat menyenangkan :)

Name :
Web URL :
Message :