ngandap asem

Tuesday, December 07, 2004

Unnormal

12.01 AM

Beberapa minggu belakangan ini rasanya aneh sekali.

Like a living in a different planet

Seperti saat ini, ale sedang tidur. Padahal biasanya dia sedang lincah-lincahnya bermain. Sudah 3 minggu ini Kami sekeluarga diserang virus yang entah dari mana datangnya. Dimulai dari saya, kemudian ale (saat itu sakit kami tidak terlalu parah), kemudian kakakku (yang batuknya membuat saya ingin menjauh saking kerasnya), kemudian mamah (yang hingga kini masih terbaring lemah di tempat tidurnya). Tak lama berselang, ale diserang lagi dengan demam tinggi.

Dilema yang cukup tinggi terjadi ketika setelah 4 hari batuk karena tidak tega saya bawa ale ke dokter. Dokter memberinya antibiotika, Amoxsan yang ketika saya tanyakan alasan pemberiannya beliau mengatakan jika 4 hari batuk tak kunjung sembuh sudah bukan akibat virus lagi tetapi bakteri yang memerlukan bantuan antibiotika untuk membunuhnya. Benarkah ? sungguh dilema untuk kami, kaum ibu, terbentur antara rasa kasihan dan takut jika penyakit anak bertambah parah jika tidak diobati, sementara obat itu sendiri merupakan ‘racun’ yang tidak kami ketahui apa efeknya.

Dilema terjadi lagi ketika Ale demam tinggi. Desakan dari orang tua untuk kembali membawanya ke dokter membuat saya kembali ke ruangan yang kini saya takuti itu. Untungnya, dokter yang memang saya sukai karena kesabarannya, mengerti posisi saya yang enggan memberikan antibiotika pada Ale. Beliau menyarankan apabila hingga besok sore panasnya tidak kunjung reda, barulah antibiotika (Claneksi) itu perlu ditebus.
Dan ketika hingga sore hari, demam Ale tak kunjung reda, Ayahlah yang jadi tumpahan kebingungan saya antara menebus obat atau tidak. Akhirnya diputuskanlah untuk memberikan Ale antibiotika tersebut (walau menangis dalam hati).

Dampaknya, semalaman saya batuk tak kunjung reda. Esoknya demam tinggi ganti menghampiri saya. Apa daya karena Ale sakit, saya tidak dapat beristirahat dengan baik, dengan cueknya saya minum antibiotika tanpa resep dokter, sirup obat batuk, dan panadol untuk menurunkan demam saya. Ironis.

Rasanya bulan November dan Desember memang bulan yang cukup berat untuk Kami. Cobaan demi cobaan datang. Padahal di bulan ini, 3 orang yang saya cintai merayakan ulang tahunnya, My “Unicorn” Ale, My Bro Dede Fox, dan My Love Ayah. Oya dan My beloved friend Arie di akhir desember nanti.
Kuncinya cuma satu untuk selalu sabar, Alloh SWT.

Uaaaaa, rasanya kembali berdagang dengan giat seperti saat sebelum lebaran akan sangat sangat sangat menyenangkan :)

1 Comments:

At 8:43 PM , Blogger Ratna Agustina said...

Aduh Ver.. moga2 kalian semua cepet sembuh ya....
Emang dilema banget ngasih obat sama anak :(
Ya semoga bisa meminimalakan efek samping yg ga baiknya aja deh...

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home

Name :
Web URL :
Message :