Sponge Bob
Dua hari yang lalu, berita di pikiran rakyat cukup mengusik. Sponge bob, doraemon, dan sinetron bidadari diprotes masyarakat. Sponge bob, katanya, tayangannya terlampau sering dan seringkali bahasanya kasar. Contohnya, Kiss my ass. Hmm benar juga sih, dari awal saya menyadari kartun ini bukan konsumsi anak-anak Indonesia. Kadang terlalu kejam, walau tak sekejam Tom and Jerry. Entah kalau di negara asalnya, kartun ini ditujukan untuk siapa. Mungkin buat mereka kelakuan atau kata-kata itu sudah biasa terdengar sehari-hari.
Kemudian saya teringat, beberapa hari yang lalu ketika saya menghampiri Bapak di ruang tamu, beliau mengajak berdiskusi. “Anak-anak didepan itu ngomongnya kasar sekali ya ?” menunjuk beberapa anak yang sedang bermain bola diluar. Menurut beliau semua binatang disebutkan. Hehe. Maksudnya anjing kali ya. Nah, mereka siapa yang mengajarkan ? apa sponge bob ?
Saya tidak bermaksud membela sponge bob, ale sendiri kurang begitu menyukainya dibandingkan dengan Dora atau Rugrats. Justru saya yang menyukainya, membelikan bonekanya untuk ale, dan sekarang membelikan sprei untuknya. Dia sih senang-senang saja. Hehe. Apa itu memang indikasi sponge bob memang untuk orang dewasa ? jika dilihat bukankan iklannya bermodelkan orang-orang dewasa ? so, kenapa orang-orang ribut, matikan saja TV-mu hey. Belikan VCD, DVD atau apapun untuk anakmu. Asal ingat, jangan biarkan anakmu menonton berlebihan. Itu saja.
Entah deh, ngapain juga dipikirin.
Saya justru sedang suka Incredibles. Pertama kali menonton filmnya dengan Ale, “gileee film ini keren banget yah” dan gak salah ternyata. Masuk nominasi Golden Globe. Eh bener kan ya ?bukan grammy, eh ngaco, atau emmy. So, ibu-ibu, recommended banget deh karena sangat sangat ada family value-nya. Memang ada adegan kissingnya tapi kan ciuman suami istri, gapapa lah.
Cuma memang deh, karena ale keseringan nontonnya, lama-lama saya jadi bosan. Untungnya film ini tidak terlalu membosankan.
Eh, tapi nanti jangan-jangan juga diprotes, karena mereka super hero mengajari anak untuk what? coba-coba stretching kayak elastic girl hihi atau coba-coba menghilang kayak violet ?
Wuih, ale lama juga tidurnya. Ini tidak bisa dibiarkan. Harus kuciumi. Hehe.

1 Comments:
the Inredibles dapet Oscar, the Best Animated Feature Film, kok ver.
Yang jelas, anak tuh katanya lebih cenderung niru orang tua daripada tv.
Tapi kalow TV udah gantiin peran orang tua, yah gawat jadinya.
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home